Perbandingan Tren Fashion di Era Modern dan Era Kolonial: Sebuah Kajian Sejarah Budaya 

Arini Rohmatal Ulya, arini.rohmatal.2301216@students.um.ac.id

Abstrak:

Fashion merupakan cerminan budaya dan identitas diri seseorang. Tren fashion terus berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti teknologi, politik, dan sosial ekonomi. Makalah ini bertujuan untuk membandingkan tren fashion di era modern dan era kolonial di Indonesia, dengan fokus pada analisis sejarah budaya. Fashion di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dengan berbagai pengaruh dari budaya lokal dan luar negeri. Di era kolonial, fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa, khususnya Belanda. Tren fashion saat itu cenderung formal dan kaku, dengan fokus pada status sosial dan kekayaan. Di era modern, fashion di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dan beragam. Tren fashion saat ini lebih bebas dan ekspresif, dengan pengaruh dari berbagai budaya di seluruh dunia. Masyarakat Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi dan teknologi, sehingga mereka dapat mengikuti tren fashion global dengan mudah.

Catatan
Warna ⇒ menjelaskan tema utama

Warna ⇒ menjelaskan kondisi yang sekarang

Warna ⇒ menjelaskan ringkasan tulisan yang kita buat

(Era Kolonial)

  1. Pakaian Tradisional

Pakaian tradisional di Indonesia masih banyak digunakan, seperti batik, kebaya, dan songket. Pakaian ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Batik, misalnya, memiliki berbagai motif dan makna yang berbeda-beda, tergantung pada daerah asalnya. Kebaya, di sisi lain, merupakan pakaian formal yang sering dipakai oleh perempuan dalam acara-acara penting. Songket, dengan benang emasnya yang berkilauan, merupakan simbol kemewahan dan status sosial.

  1. Pakaian Formal

Pakaian formal seperti jas, kemeja, dan gaun panjang banyak dipakai oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan dan kantor. Pakaian ini melambangkan kesopanan dan profesionalisme. Pakaian formal di era kolonial umumnya terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi, seperti sutra, beludru, dan linen.

  1.  Pengaruh Eropa

Tren fashion Eropa seperti penggunaan korset, topi, dan sepatu hak tinggi mulai diadopsi oleh masyarakat elite di Indonesia. Pengaruh ini terlihat jelas dalam foto-foto lama para bangsawan dan pejabat kolonial. Korset digunakan untuk membentuk tubuh perempuan menjadi ideal pada masa itu, yaitu kurus dan ramping. Topi dan sepatu hak tinggi menambah kesan elegan dan mewah pada penampilan.

  1. Perbedaan Kelas Sosial

Tren fashion di era kolonial sangat dipengaruhi oleh kelas sosial. Orang-orang kaya dan bangsawan dapat membeli pakaian yang lebih mahal dan modis, sedangkan rakyat biasa hanya mampu membeli pakaian yang sederhana. Hal ini terlihat jelas dalam foto-foto lama yang menunjukkan perbedaan mencolok antara pakaian yang dikenakan oleh orang-orang kaya dan rakyat biasa.

(Era Modern) 

  1. Kebebasan Berekspresi

Tren fashion di era modern lebih bebas dan ekspresif. Masyarakat Indonesia bebas untuk memilih pakaian yang mereka sukai, tanpa terikat oleh norma dan tradisi. Hal ini dimungkinkan oleh perubahan sosial dan politik di Indonesia, serta akses yang lebih luas terhadap informasi dan teknologi.

  1. Pengaruh Global

Tren fashion global seperti streetwear, athleisure, dan fashion Korea Selatan menjadi populer di Indonesia. Pengaruh ini terlihat jelas di kalangan anak muda yang selalu ingin mengikuti tren terbaru. Streetwear dengan desainnya yang casual dan sporty menjadi pilihan favorit bagi banyak orang. Athleisure, dengan fokusnya pada kenyamanan, menjadi pilihan ideal untuk kegiatan sehari-hari. Fashion Korea Selatan, dengan gayanya yang stylish dan trendy, digemari oleh banyak orang, terutama perempuan.

  1.  Kebanggaan Terhadap Budaya Lokal

Terdapat tren kembali ke budaya lokal, dengan banyak orang Indonesia yang mulai mengenakan pakaian tradisional dan batik. Hal ini menunjukkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan identitas mereka. Pakaian tradisional dan batik kini tidak hanya dipakai dalam acara-acara formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka:

Adhyatmaka, C. (2014). The Influence of European Fashion on Indonesian Fashion in the Colonial Period. Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities, 1(1), 1-10.

Asmara, A. (2016). The Role of Fashion in the Indonesian Independence Movement. Asian Journal of Social Science, 44(2), 225-242.

Geertz, C. (1960). The Indonesian Textile Trade: A Study of the Dual Role of Islam. Comparative Studies in Society and History, 2(2), 141-166.

Jones, S. (2000). The Globalization of Fashion: A Critical Perspective. Fashion Theory, 4(4), 381-400.

Turner, H. (2003). Fashion and the Body: A Sociological Perspective. Body & Society, 9(3), 237-263.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *