Eksplorasi Varietas: Ragam Jenis Bayam

Khansa Dhiya Ramadhania khansa.dhiya.2301216@students.um.ac.id

Abstrak Beragam varietas bayam perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia. Pada kehidupan sehari-hari, masyarakat biasanya hanya mengenal bayam hijau untuk diolah menjadi makanan masak dan dikonsumsi. Padahal, jenis bayam bukan hanya bayam hijau. Melalui pencarian literatur, berbagai varietas bayam dari bayam hijau hingga bayam merah dan bayam Jepang dipelajari secara detail dalam hal karakteristik morfologi, kandungan nutrisi, serta manfaat kesehatan yang potensial. Temuan menunjukkan bahwa setiap varietas memiliki ciri khasnya sendiri, seperti warna, tekstur, dan rasa, serta keunggulan nutrisi tertentu. Hal ini mendorong pentingnya pemahaman yang lebih mendalam terhadap variasi bayam untuk mendukung diversifikasi konsumsi sayuran dan mempromosikan pola makan sehat yang beragam.

Bayam Hijau

Bayam hijau adalah salah satu jenis bayam yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bayam ini memiliki nama ilmiah Amaranthus caudatus Rumph. Batangnya tegak, bulat, dan berwarna hijau kekuningan. Sedangkan daunnya memiliki ciri berseling, tunggal, berbentuk lanset, berwarna hijau muda atau hijau kekuningan dengan panjang 3-7 cm. Daun bayam hijau mengandung saponin dan flavoida. Kemudian, kandungan alkaloida, saponin, dan polifenol ditemukan pada bagian tangkai bayam hijau (Santoso, 2021a).

Bayam Merah

Bayam merah merupakan jenis bayam di Indonesia. Bayam ini memiliki nama ilmiah Alternanthera amoena Voss. Batangnya memiliki ciri yang tegak, masif, beratur, dan berwarna hijau kemerahan. Sedangkan daunnya berseling, lonjong, ujung runcing, pertulangan menyirip, berwarna hijau kemerahan dengan panjang 7-24 cm. Daun bayam merah memiliki kandungan saponin, sedangkan pada bagian batang mengandung alkaloida, flavonoida, dan polifenal (Santoso, 2021c). Bayam merah awalnya tidak dikonsumsi, tetapi setelah mengetahui nutrisinya yang tinggi Masyarakat mulai mengkonsumsi bayam merah untuk makanan sehari-hari.

Bayam Duri

Bayam duri merupakan jenis bayam di Indonesia. Nama ilmiah untuk bayam ini adalah Amaranthus spinosus yang disingkat sebagai “A. spinosus” dalam penulisan ilmiah. Batangnya memiliki ciri yang bulat, lunak, berai, dan berduri pada pangkal batang. Sedangkan daunnya berwarna kehijauan dengan bentuk bundar telur memanjang dengan panjang 1,5-6 cm. Tulang daun dari baya mini berbentuk pennirnervis dengan tepi repandus. Bayam duri memiliki kandungan amarantin, rutin, spinasterol, henriakontan, tannin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin (Santoso, 2021b). Bayam duri biasanya digunakan Masyarakat sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Namun, bayam duri tidak dianjurkan bagi para penderita penyakit batu ginjal.

Bayam Brazil

Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) adalah jenis tanaman sayuran berdaun yang berasal dari negara Brazil dan wilayah Amerika Selatan lainnya. Tanaman ini memiliki postur yang tidak tinggi dan cenderung membentuk bulatan yang teratur. Daunnya bervariasi dalam warna hijau mulai dari muda hingga tua, dengan tekstur yang agak berkerut. Meskipun bunganya kecil dan berwarna putih, namun cukup mencolok. Tanaman ini cocok untuk tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Bayam Brazil dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 50 cm dengan lebar daun mencapai 2.0-3.5 cm. Kandungan nutrisinya yang tinggi membuatnya sangat bernilai, seperti karoten sekitar 7-8 mg, vitamin C sekitar 60-120 mg, zat besi sekitar 4-9 mg, dan kalsium sekitar 300-450 mg per 100 gram (Priyana dkk., 2021). Namun, bayam Brazil memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan dengan varietas lokal sehingga jarang dibeli dan dikonsumsi oleh Masyarakat.

Bayam Jepang

Bayam Jepang (Spinacia oleracea L.) adalah tanaman tahunan yang termasuk dalam keluarga Chenopodiaceae. Asal-usul bayam Jepang diperkirakan berasal dari Iran (Persia kuno) dan kemudian menyebar ke Afrika, Eropa, dan kini tersebar di seluruh dunia. Tanaman ini kaya akan vitamin A, E, C, dan K, serta asam folat dan oksalat. Kandungan mineral dalam bayam Jepang meliputi magnesium, mangan, kalsium, fosfor, tembaga, zat besi, seng, dan kalium. Meskipun memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, bayam Jepang memiliki jumlah kalori, lemak, dan gula yang rendah, yakni sekitar 23 kalori, 4 gram lemak, dan 0,4 gram gula per sajian (Febrianty, 2018). Ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi risiko diabetes atau sebagai bagian dari diet untuk penderita diabetes. Namun, harga bayam jepang yang lebih tinggi dari bayam lokal membuat petani jarang untuk membudidayakannya sehingga masih sedikit Masyarakat yang mengerti bahwa bayam jepang memiliki manfaat yang luar biasa.

Bayam Kakap

            Bayam kakap (Amaranthus hybridus) merupakan jenis bayam yang banyak dibudidayakan di Indonesia dengan sebutan bayam tahun, bayam turus, atau bayam bathok. Tanaman ini umumnya ditanam sebagai bayam petik. Bayam kakap memiliki ciri khas berupa daun yang lebar-lebar. Ada dua spesies utama yang dibedakan, yaitu Amaranthus hybridus caudus, yang memiliki daun agak panjang dengan ujung yang sedikit runcing, berwarna hijau kemerahan atau merah tua, dan bunga tersusun dalam rangkaian panjang di ujung batang. Sedangkan Amaranthus hybridus paniculatus memiliki dasar daun yang sangat lebar, berwarna hijau, dan rangkaian bunga yang panjang tersusun secara teratur dan besar pada ketiak daun. Bayam kakap mengandung niasin dan serat, yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bayam kakap (Amaranthus hybridus) berpengaruh pada penurunan kadar gula darah pada mencit (Permanasari, t.t.).

Apakah semua jenis bayam dapat mengobati diabetes?

                Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dipercaya memiliki beragam manfaat. Salah satu manfaat tersebut adalah untuk mengobati penyakit diabetes. Namun, tidak semua jenis bayam dapat mengobati diabetes. Bayam yang dikonsumsi haruslah yang rendah karbohidrat dan kaya vitamin, seperti yang disebutkan dalam beberapa sumber. Bayam yang memiliki indeks glukosa rendah dan kaya vitamin seperti vitamin C, vitamin K, dan folat, serta memiliki kandungan karbohidrat yang relatif rendah dapat membantu mengontrol gula darah. Jenis bayam yang terbukti efektif untuk pengobatan diabetes adalah bayam merah. Berdasarkan hasil penelitian, penurunan glukosa darah yang paling efektif adalah ekstrak etanol bayam merah (Indrayani & Asri, 2022).

Saran

Dalam mengonsumsi bayam diperlukan pemahaman lebih lanjut mengenai kandungan dari bayam yang kita konsumsi. Masyarakat perlu mengetahui jenis-jenis bayam beserta kandungannya yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut. Apabila sudah memahami dengan saksama ragam jenis bayam serta manfaat kandungannya, maka hal selanjutnya adalah masyarakat dapat mengolahnya sesuai yang diinginkan dengan pertimbangan yang matang.

Daftar Pustaka

Febrianty, E. (2018). TA: ANALISIS USAHATANI BAYAM JEPANG (Spinacia oleracea Linn) DI KELOMPOK TANI BUDI RAHAYU KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG …. repository.polinela.ac.id. http://repository.polinela.ac.id/id/eprint/1912

Indrayani, F., & Asri, M. (2022). Efektivitas ekstrak etanol bayam merah (amaranthus tricolor l.) Terhadap glukosa darah Tikus putih (rattus novergicus) jantan Yang dipapar dengan asap rokok. Journal Syifa Sciences and Clinical …. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr/article/view/13507

Permanasari, G. (t.t.). PENGARUH DAUN BAYAM KAKAP (Amaranthus hybridus L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH MENCIT (Mus musculus) DAN ….

Priyana, E. D., Dahda, S. S., Mulyasari, W., & Widyaningrum, D. (2021). Pengembangan Fasilitas dan Sosialisasi Bule-Brazil dalam Ember (Panduan Wujud Kemandirian Ekonomi Masyarakat). Dalam Jurnal Pengabdian ….

Santoso, H. B. (2021a). Bayam. Pohon Cahaya Semesta.

Santoso, H. B. (2021b). Bayam Duri. Pohon Cahaya Semesta.

Santoso, H. B. (2021c). Bayam Merah. Pohon Cahaya Semesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *