PENGGUNAAN SKINCARE BERBAHAN MERKURI DI INDONESIA

Agita Khairunnisa @agita.khairunnisa.2301216@students.um.ac.id

Abstrak keberadaan skincare merupakan bagian integral dari rutinitas kecantikan yang semakin populer di kalangan masyarakat, namun bagaimana jika didalam kandungannya terdapat bahan aktif merkuri. Jauh dari tahun sekarang keberadaan skincare berbahan merkuri telah beredar di masyarakat, dan pada tahun 2020 muncul sebuah kasus tentang skincare “abal-abal” dengan kandungan merkuri di dalamnya. Dari tahun itulah skincare berbahan merkuri sering dibahas- bahas di hampir semua media sosial. Menyoroti penggunaan skincare berbahan merkuri dengan kesehatan kulit dan kesehatan secara menyeluruh. Dari penggunaan skincare berbahan merkuri dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan kulit seperti iritasi, alergi, hingga kerusakan permanen pada kulit. Selain itu, paparan kronis terhadap merkuri juga dapat menyebabkan dampak negatif pada sistem saraf, ginjal, dan organ tubuh lainnya.

Buta Akan Bahaya Hanya Karena Harga Miring

Seperti yang kita ketahui bersama, skincare dengan harga miring atau murah patut untuk dicurigai akan keberadaanya. Pasalnya  masyarakat pada saat ini buta akan kandungan dalam suatu skincare, tidak hanya itu produk yang dijual biasanya dipromosikan dengan claim yang menggiurkan, seperti dapat mencerahkan kulit dalam waktu yang singkat, membuat kulit terlihat lebih awet muda, hingga claim bisa menghilangkan jerawat dengan cepat. Merkuri bahan yang paling banyak digunakan oleh produsen skincare tak bertanggungjawab dan tanpa izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Pemakaian  merkuri  dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal,  mulai  dari  alergi,  iritasi,  perubahan warna  kulit  yang  pada  akhirnya  dapat menyebabkan   kematian.   Efek   dari pemakaian  merkuri  ini  dimulai  dengan munculnya bintik-bintik hitam pada kulit dan akhirnya  mengakibatkan  alergi  serta  iritasi kulit.

Apa itu Merkuri?

“Merkuri” adalah salah satu unsur yang tergolong logam berat dengan tingkat toksisitas tinggi selain Cd, Pb, Cu, dan Zn. Logam berat merkuri bersifat toksik karena tidak bisa dihancurkan oleh organisme hidup yang ada di lingkungan (Andik Setiyono, Annisa Djaidah, 2012). Pada tabel periodik, merkuri memiliki simbol “Hg” dan nomor atomnya adalah 80. “Hg” dapat ditemukan dalam berbagai bentuk senyawa kimia dan termasuk logam yang sangat beracun karena didalam senyawa organik yaitu metil dan etil merkuri. Semua senyawa Hg bersifat toksik untuk makhluk hidup bila digunakan manusia dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang lama. 

Dalam    Peraturan    Kepala    Badan Pengawasan  Obat  dan  Makanan  nomor KH.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 tentang Persyaratan  Teknis  Bahan  Kosmetika Hidrokuinon   telah   dilarang   digunakan sebagai   pemutih   dalam   kosmetik. Hidrokuinon  hanya  digunakan  sebagai kosmetik untuk kuku artifisial dengan kadar 0,02% (BPOM, 2011). Sedangkan merkuri tidak boleh ditambahkan ke dalam kosmetik sama   sekali.   Karena   merkuri   dan senyawanya   termasuk   dalam   daftar kosmetik  yang  dilarang,  sesuai  lampiran  I Peraturan   Kepala   Badan   POM   No. HK.00.05.42.1018  Tahun  2008  tentang bahan kosmetik maka produk yang beredar harus  diperhatikan (BPOM, 2008).

Penyebab Masih Banyak Beredarnya Skincare Berbahan Merkuri di Indonesia

Kepala BPOM Indonesia, Dr Penny K Lukito MCP menyatakan bahwa penyebab masih beredarnya skincare berbahan merkuri adalah  masih adanya pasokan atau suplai bahan merkuri. Permintaan dari masyarakat indonesia  dengan bahan merkuri masih banyak karena masih kurangnya pengetahuan tentang dampak dari bahan kosmetik terutama bermerkuri. Upaya pemberantasan bahan merkuri sudah sejak lama dilakukan, bahkan hal ini telah tertuang dalam Peraturan Presiden No 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri. Badan Pengawasan Obat dan Makanan terus melakukan penguatan dalam pengawasan, penguatan dalam pengawasan tersebut dilakukan pada saat notifikasi atau pre-market sampai setelah produk diedarkan atau post-market

Bagaimana Wajah yang Terpapar Bahan Aktif Merkuri

Masyarakat   menganggap   bahwa kosmetik (skincare)   tidak   akan   menimbulkan   hal-hal yang membahayakan karena hanya ditempelkan  di bagian  luar  kulit  saja,  pendapat ini   tentu   saja   salah   karena   ternyata   kulit mampu  menyerap  bahan yang  melekat  pada kulit (Walangitan, 2018). Penggunaan skincare berbahan merkuri secara terus menerus akan merusak bare face seseorang terutama bagi wanita yang sangat mengutamakan wajah yang sehat. Berikut ini adalah efek wajah yang terpapar merkuri yang penting diketahui:

  1. Iritasi pada wajah 

Iritasi wajah merupakan efek samping merkuri pada kulit wajah yang paling umum terjadi, iritasi ini biasanya menimbulkan gejala seperti perih, gatal, dan kemerahan pada wajah.

  1. Kulit wajah mudah terkelupas

Efek samping kulit wajah terkelupas dikarenakan penggunaan skincare atau produk berbahan merkuri dalam jangka panjang. Semakin lama pemakaian produk semakin mudah mengelupas kulit wajah dan akan terasa perih.

  1. Lapisan kulit wajah semakin menipis 

Skin barrier mulai rusak, akibatnya kulit wajah menjadi lebih dua kali lipat sensitif sehingga mengalami masalah jerawat batu.

  1. Ruam kemerahan

Ruam kemerahan disebabkan jenis senyawa yang sering digunakan pada krim bermerkuri yaitu merkuri klorida (HhCl2), senyawa ini akan menyebabkan kulit terasa terbakar dan menyebabkan seperti kulit wajah terbakar.

  1. Munculnya flek hitam

Produk skincare berbahan merkuri sering mengklaim bahwa dapat mencerahkan wajah secara instan, justru perubahan kulit akibat klaim mencerahkan terjadi secara tidak merata, dan mengakibatkan munculnya flek hitam atau hiperpigmentasi pada wajah.

  1. Timbul jaringan parut

Timbulnya jaringan parut disebabkan kulit yang menjadi sensitif dan rentan mengalami masalah kulit. Jaringan parut di wajah terutama wanita dapat menurunkan rasa percaya diri terhadap penampilannya.

Ciri-Ciri Skincare Berbahan Aktif Merkuri 

Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan krim pencerah kulit wajah (skincare) yang mengandung merkuri termasuk    ke    dalam kategori    rendah (42,5%)(Wulandari dkk., 2022). Bahan merkuri dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Berikut ini adalah 5 ciri khas produk skincare yang menggunakan berbahan berbahaya yaitu  merkuri:

  • Tidak memiliki nomor registrasi yang terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan.
  • Kebanyakan krim berwarna agak mengkilap dan memiliki aroma yang menyengat seperti aroma logam atau seperti aroma belerang.
  • Hasil yang didapatkan pada wajah sangat putih seperti porselen atau wajah terlihat pucat.
  • Tekstur produk cenderung kasar dan stretchy seperti karet 
  • Saat digunakan di wajah produk skincare seperti tidak bisa menyatu dengan baik di kulit wajah.

Penting bagi konsumen untuk memahami ciri-ciri dan membaca kembali label komposisi produk dengan cermat sebelum menggunakan skincare, dengan tujuan untuk memastikan produk yang digunakan aman dan berkualitas. 

Konsekuensi Jangka Pendek dan Panjang

Paparan skincare merkuri jangka pendek dapat menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan pada seorang pengguna skincare berbahan merkuri. Seperti yang diketahui merkuri merupakan zat beracun yang dapat diserap ke dalam tubuh melalui kulit dan menyebabkan iritasi dan reaksi alergi pada kulit terutama kulit wajah. Selain itu, karena merkuri mudah masuk ke aliran darah dan menyebar keseluruh tubuh, menimbulkan efek samping sistemik seperti sakit kepala, mual dan kelelahan. Lebih parahnya paparan merkuri dalam jangka pendek dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, sehingga menimbulkan gejala seperti gangguan tidur dan kesulitan konsentrasi. 

Sedangkan konsekuensi jangka panjang bagi penggunaan skincare berbahan merkuri  dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius dan berkelanjutan. Zat beracun yang terkandung dalam merkuri lama kelamaan terakumulasi di dalam tubuh dan dapat merusak organ dalam seperti ginjal, hati, dan sistem saraf manusia (Syam, 2017). Tidak hanya itu paparan skincare merkuri dalam jangka yang cukup panjang juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan sistem reproduksi, dan gangguan kekebalan tubuh. Selain itu, penggunaan produk skincare yang mengandung merkuri dalam jangka panjang dapat dua kali lipat terkena kanker kulit, karena merkuri itu sendiri merusak DNA dan menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal.

Penanganan Tepat bagi Seseorang yang Telah Terpapar Skincare Berbahan Aktif  Merkuri

Penanganan bagi seseorang yang telah terpapar produk skincare berbahan merkuri sangatlah penting untuk mengurangi resiko dampak kesehatan yang lebih serius baik jangka panjang maupun jangka pendek. Berikut ini penanganan yang tepat dan wajib diketahui ketika seseorang telah terpapar skincare berbahan merkuri:

  1. Menghentikan sementara penggunaan skincare atau make up 

Ketika merasakan gejala-gejala seperti ciri wajah terpapar produk skincare merkuri, maka segera hentikan pemakaian skincare atau make up yang berlayer-layer. Tetapi bisa menggunakan basic skincare dengan produk yang telah bersertifikasi BPOM atau produk terpercaya.

  1. Melakukan Detoksifikasi tubuh

Detox dengan cara makan makanan sehat atau clean eating, yaitu makanan yang banyak mengandung serat dan vitamin (buah-buahan atau sayur-sayuran). Tidak lupa untuk mengimbanginya dengan minum air mineral secara cukup 2 liter sehari.

  1. Menggunakan pelembab atau produk yang dapat meregenerasi kulit 

Penggunaan pelembab dapat mengurangi gejala-gejala seperti kulit yang kering dan ruam, dengan pemakaian secara teratur gejala tersebut sedikit demi sedikit akan menghilang dan mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan penggunaan produk yang meregenerasi kulit bertujuan untuk mengganti lapisan kulit menjadi lapisan kulit yang baru sehingga lapisan yang terpapar produk merkuri dapat tergantikan.

  1. Konsultasi dengan dokter spesialis kulit

Apabila kondisi kulit yang terpapar merkuri semakin memburuk, segera lakukan appointment dengan dokter spesialis kulit. Dengan begitu bisa mendapatkan penanganan yang lebih eksklusif atau tepat, sehingga masalah kulit akibat terpapar produk skincare merkuri lebih mudah diselesaikan.

Saran dan Kesimpulan

Sebagai masyarakat yang berintelektual tinggi seharus memahami poin-poin ini, terkhusus seorang wanita yang akan memenuhi kebutuhan perawatan kulit, tidaklah cukup hanya tergoda oleh claim yang instan tanpa memperhatikan kandungan (komposisi) dan potensi dampaknya pada kesehatan kulit dan tubuh. Dengan mengedepankan pengetahuan dan pedalaman bahan-bahan yang digunakan dalam skincare, serta memahami bahwa perubahan yang nyata dan berkelanjutan membutuhkan waktu dan kesabaran untuk melihat kualitas yang dihasilkan dari sebuah produk skincare. Pemilihan produk secara bijak, dapat dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat tanpa mengorbankan kesehatan dan keamanan. Kesadaran akan pentingnya pemilihan produk skincare yang tepat juga membantu untuk mengurangi risiko kerusakan kulit dan gangguan kesehatan yang disebabkan terpaparnya skincare berbahan merkuri. Oleh sebab itu, menjadi bijak dalam memilih skincare adalah langkah penting dalam perawatan kulit yang berkelanjutan dan aman

Daftar Pustaka:

Andik Setiyono, Annisa Djaidah. (2012). KONSUMSI IKAN DAN HASIL PERTANIAN TERHADAP KADAR Hg DARAH. 110–116.

BPOM. (2008). Badan POM RI. (2008). Bahan Berbahaya Dalam Kosmetik. In: Kosmetik Pemutih (Whitening),  Naturakos,Vol.  III  No.8. Edisi Agustus 2008: Jakarta.

BPOM. (2011). PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.23.08.11.07331 TAHUN 2011 TENTANG METODE ANALISIS KOSMETIKA.

Syam, F. (2017). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Cenrana Kabupaten Sidrap Terhadap Bahaya Penggunaan Krim Pemutih. Dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra.

Walangitan, V. M. (2018). Analisis merkuri (hg) pada krim pemutih wajah yang beredar di kota manado. PHARMACON. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/view/20631

Wulandari, A., Syaputri, F. N., & Tugon, T. D. A. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahaya Penggunaan Krim Pencerah Kulit Wajah yang Mengandung Merkuri di Kelurahan Pasirbiru. FARMASIS: Jurnal …. https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/6042

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *