MATEMATIKA VS DEPRESI?

Afdul Noval Fauzah Ghufron

afdul.noval.2301216@students.um.ac.id

Matematika, dengan segala angka dan rumusnya, seringkali terasa jauh dari perasaan manusia. kila menghadapinya di kelas, menghitung, memecahkan masalah, dan terkadang merasa terjebak dalam labirin angka. Tapi, apa kita pernah mikir bahwa matematika juga bisa cerita tentang perasaan kita?

Depresi, kayak bayangan gelap yang merayap perlahan, bisa datang ke siapa aja. Saat kita terjebak dalam pikiran-pikiran negatif, matematika mungkin terasa tak relevan. Tapi, mari kita lihat lebih dalam. Setiap hari kita hadapin perhitungan: berapa banyak langkah yang harus diambil buat keluar dari tempat tidur, berapa banyak waktu yang dihabiskan buat nonton layar, berapa banyak teman yang kita punya. Matematika adalah bahasa yang catat setiap detik hidup kita. Dan kadang-kadang, lewat angka-angka itu, kita bisa nemuin jalan keluar dari kegelapan.

Jadikanlah matematika sebagai teman. Mari kita hitung langkah-langkah kecil menuju kesembuhan. Dan ingat, meskipun angka-angka terasa dingin, mereka juga bisa bawa hangatnya harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *