Jangan Sampai Komplikasi! Ikuti Caranya

Adinda Juwita Tri Hapsari

adindajuwitatrihapsari@gmail.com

Abstrak: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi patologis yang diakibatkan oleh refluks isi lambung ke esofagus, menimbulkan berbagai gejala akibat keterlibatan esofagus, laring, dan saluran pernapasan. Prevalensi GERD menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dengan temuan kasus esofagitis di Indonesia mencapai 22,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh pada pasien GERD, dengan harapan dapat membantu mengurangi prevalensi penyakit ini. 

Lebih dari 40% pasien GERD mengalami gejala minimal sekali dalam sebulan, sedangkan di Asia prevalensinya berkisar antara 3-5%. Komplikasi GERD dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu komplikasi esofagus dan ekstra esofagus.

Komplikasi esofagus meliputi perdarahan, striktur, perforasi, esofagus Barrett, dan kanker esofagus. Sedangkan komplikasi ekstra esofagus mencakup asma, pneumonia aspirasi, karies gigi, dan sinusitis. Analisis faktor risiko GERD sangatlah penting untuk diketahui agar dapat dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penatalaksanaan yang tepat.

Catatan
Warna ⇒ menjelaskan tema utama

Warna ⇒ menjelaskan kondisi yang sekarang

Warna ⇒ menjelaskan ringkasan tulisan yang kita buat

(RP1) Komplikasi

Di bidang kesehatan kata komplikasi tidak asing untuk di dengar lagi. Komplikasi merupakan kondisi dimana suatu penyakit berubah kondisi menjadi lebih buruk dan dapat memicu timbulnya penyakit lain. Komplikasi disebabkan oleh beberapa faktor seperti obat obatan, kimia maupun tindakan medis lainnya. Selain itu ada beberapa faktor penyebab komplikasi yaitu daya tahan tubuh yang lemah, adanya penyakit yang menjalar, dan pembuluh darah tidak mampu menetralkan penyakit lain. Komplikasi juga mengalami gejala, diantaranya adanya kelainan pada jantung, hipertensi, gangguan pencernaan, dan mudah terinfeksi oleh bakteri dan virus 

(RP2) Komplikasi GERD

Penyakit GERD akan mengakibatkan komplikasi apabila tidak segera ditangani. Secara umum penyakit ini terjadi karena melemahnya otot pada bagian bawah kerongkongan. Otot ini disebut dengan lower esophageal sphincter dengan bentuk menyerupai cincin. Cincin ini berfungsi sebagai tempat keluar masuknya makanan dari kerongkongan ke asam lambung. Pada penderita GERD, cincin ini bersifat lemah sehingga asam lambung bisa dengan mudah naik ke kerongkongan.

(RP3) Jenis komplikasi GERD

Pola hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan GERD lebih parah. Biasanya penyebab dari parahnya GERD adalah kebiasaan orang yang tidur setelah makan. Kondisi seperti itu akan semakin memperparah GERD dan dapat memicu komplikasi. Beberapa macam komplikasi GERD diantaranya:

  1. Luka pada kerongkongan, hal ini disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. 
  2. Penyempitan kerongkongan, hal ini disebabkan karena luka pada kerongkongan yang memicu terbentuknya jaringan parut 
  3. Esofagus Barrett, hal ini muncul karena perubahan sel pada dinding kerongkongan akibat iritasi lambung. Esofagus Barrett dapat berubah menjadi kanker esofagus jika kondisi sudah sangat parah. 

(RP4) Kategori komplikasi GERD

Komplikasi GERD dikategorikan menjadi 2, diantaranya:

  1. Komplikasi esofagus 
  • Komplikasi intraluminal : esofagitis,ulkus esofagus, striktur esofagus, kanker esofagus.
  • Komplikasi ekstraluminal : perforasi esofagus, mediastinitis, fistula esofagus.
  1. Komplikasi ekstra esofagus
  • Penyakit paru paru : Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan batuk, asma, dan pneumonia.
  • Kerusakan gigi: Asam lambung yang naik ke mulut dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
  • Radang tenggorokan: Asam lambung yang naik ke tenggorokan dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit.

(RP5) Faktor risiko komplikasi bagi pendidikan tinggi

Prevalensi GERD di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan prevalensi yang paling tinggi yaitu pada wanita. Kebanyakan dari penderita GERD sendiri diakibatkan oleh faktor burnout syndrome atau kelelahan berlebih. Biasanya istilah ini digunakan pada seseorang dengan profesi dokter maupun mahasiswa kedokteran. Mahasiswa kedokteran pastinya tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat. Mereka harus bertanggung jawab atas pendidikannya yang tinggi, kemudian perubahan pada pola makan, banyak hal yang harus dipikirkan, dll. Burnout syndrome ini merupakan masalah yang cukup berat bagi pasien maupun personal dan memiliki resiko tertentu penyakit lain. 

(RP6) Cegah komplikasi

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan mulas dan gejala lainnya. Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan kerongkongan, barrett’s esophagus, dan kanker kerongkongan. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya komplikasi yaitu

  1. Mengubah gaya hidup, seperti menjaga pola makan, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, mengelola pikiran supaya tidak stress.
  2. Mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter, seperti obat penghambat pompa proton (PPI) yang bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung. H2 blocker yang bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung. Serta Antsida yang dapat menetralkan asam lambung. 
  3. Perawatan medis, seperti fundoplication yaitu prosedur pembedahan yang memperkuat sfingter esofagus bawah dan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

(RP7) Pengobatan

 GERD yang sudah mencapai komplikasi harus segera ditangani oleh medis. Akan tetapi ada beberapa orang bisa sembuh hanya dengan pengobatan herbal atau alami. Penyakit ini dapat diobati melalui cara alami maupun resep dari dokter.  Pengobatan alami untuk gastritis diantaranya menggunakan lidah buaya karena mengandung aloin, aloin-emodin, resin, tanin dan polisakarida. Kedua ada buah pisang raja yang mengandung zat zat yang bersifat anti tukak peptik. Ketiga yaitu kacang hijau, karena kacang hijau bisa menebalkan lapisan lambung dan mengurangi kadar asam lambung. Keempat yaitu daun kemangi, karena daun ini dapat mengurangi proses radang pada gastritis. Apabila dikata obat herbal atau alami tersebut kurang efektif dan tidak manjur, maka harus segera diperiksakan ke dokter. 

Daftar pustaka 

dr. Handayani,V,V..(2020). Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Asam Lambung. Diakses pada 30 Maret 2024 dari https://www.halodoc.com/artikel/komplikasi-yang-bisa-disebabkan-oleh-penyakit-asam-lambung

dr. Pittara. (2022). Penyakit Asam Lambung. Diakses pada 6 Mei 2024 dari https://www.alodokter.com/penyakit-asam-lambung 

Yulianto,H,S. (2022). Pengertian Komplikasi beserta Penyebab dan Jenisnya. Diakses pada 6 Mei 2024 dari   https://www.bola.com/ragam/read/5051262/pengertian-komplikasi-beserta-penyebab-dan-jenisnya?page=3 

Sakti,P,T & Mustika, S. (2022). Analisis Faktor Risiko Gastro-Esophageal Reflux Disease di Era Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Jurnal Penyakit dalam Indonesia, 9(3). 164-170

dr. Handayani,V,V..(2019). 9 Cara Ampuh Cegah Asam Lambung Naik. Diakses pada 30 Maret 2024 dari https://www.halodoc.com/artikel/9-cara-ampuh-cegah-asam-lambung-naik 

Dewi, R.dkk. (2023).Edukasi Pengobatan Gastritis melalui Pemanfaatan Obat Herbal . Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(4). 99-110.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *